EVALUASI PEMBALAJARAN, UJIAN PERALIHAN THOBAQOH TAHAP I DIGELAR
Ahad, di penanggalan 21 September 2019 bertepatan dengan 21 Muharram 1441 H. Madrasah Ihya Ulumuddin melaksanakan Ujian hari pertama Peralihan Thobaqoh Tahap 1 (pertama)Tahun Ajaran 1441 H.
Sebanyak 745 santri yang akan mengikuti ujian ini dengan persentase 527 orang santri putra dan 218 santriwati. Demikian penjelasan Ustadz Zakariyah Burhan selaku Kepala Madrasah Ihya Ulumuddin dalam sambutannya pagi ini dalam acara apel pagi pembukaan ujian dihadapan seluruh pengurus Pondok Pesantren Salafiyah Parappe (PPSP) dan peserta ujian.
"Ujian Madrasah Ihya Ulumuddin ini akan berlangsung selama 3 hari kedepan dari tanggal 21 s/d 23 September 2019 yang akan dilaksanakan dalam dua tahap yakni tahap ujian lisan selama dua hari dan tahap ujian tulisan selama sehari secara serentak," Inbuhnya
Berbeda dengan sistim ujian yang digunakan dalam Pendidikan Diniyah Formal maupun Salafiyah Wajar Dikdas yang juga menjadi sistim pembalajaran di PPSP yang pelaksanaan ujiannya 2 kali dalam setahun, Madrasah Ihya Ulumuddin ini melaksanakan ujian tiga bulan sekali berdasarkan thobaqoh atau jenjang pelajaran ma'hadiyah. Jenjang yang dimaksud itu adalah Thobaqoh Iqro', Tajwid, Safinah, Shorof, Matan Amil, Syarh Jurumiyah dan tiga jenjang Fathul Qorib.
Dalam sambutan dan arahan Ketua Pengurus Harian (DPH) PPSP yang diwakili oleh Sekretaris DPH Ustadz Syuaib Jawas beliau menyampaikan bahwa ujian ini bukanlah semata hendak menghasilkan santri yang akan meninggalkan atau tidak ruangan thobaqohnya. Bila persepsi ini yang menjadi acuan maka tentu ujian apapun namanya akan menjadi momok yang sangat menakutkan bagi seluruh santri. Ujian ini menurut beliau sesungguhnya adalah jalan indah untuk mengevaluasi atau muhasabah atas usaha belajar santri di semua jenjang thobaqoh selama 3 bulan terakhir ini.
"Karena ini adalah bentuk evaluasi secara keseluruhan sebagai bentuk tumpuan kualitas pembelajaran pondok ini, maka tentu kami sangat berharap selaku Dewan Pengurus Harian agar pelaksanaan ujian tahap pertama ini bisa dilaksanakan secara serius dan bertanggungjawab, baik itu bagi panitia pelaksana ujian dan dewan penguji dan pengawas ujian, terlebih bagi seluruh peserta ujian," Tambahnya mengarahkan.
"Belajar itu bukan untuk ujian ini, tapi ujian ini adalah untuk belajar, yang dengannya semoga Allah Swt memberikan hasil terbaik atas usaha belajar anak-anakku semua kurun waktu tiga bulan terakhir ini," Kata Ustadz Syuaib Jawas memotivasi sekaligus kalimat penutup sambutannya.
Sebelum peserta ujian antri memasuki ruangan ujian lisan, Ustadz Farid Tamim selaku Ketua Panitia Pelaksana terlebih dahulu membacakan tata tertib pelaksanaan ujian yang kemudian diakhiri dengan doa bersama yang dipandu oleh Ustadz Rustam yang menurutnya sebelum memandu doa adalah ikhtiar terakhir seorang hamba agar segala usaha dan upaya sesuai dengan harapan.
#Selamat menempuh ujian
#Semoga sukses